Sudahkah Kita Memahami Mereka?

Jadi beberapa hari yang lalu, saat gue lagi "gawe" kerjaan kepanitiaan di Masjid Salman, gue melihat ada 3 anak yang lagi asik main bola. Mereka main sambil teriak-teriak bercanda, yang membuat gue dan panitia lainnya ikut tertawa dan mengomentari candaan mereka. Ya, lucu deh gitu lagi hening-heningnya gawe ada yang menghibur.

Terus udah lama mereka main (padahal lagi puasa), mereka mungkin bosen kali ya jadi mereka udahan aja ke pinggir lapangan. Terus gue liat mereka ngobrol sama salah satu panitia lain, dan saat gue keluar saung tempat gue gawe, gue liat mereka lagi asik bantuin panitia lain ngecat salah satu properti acara.

Sebenarnya gue agak bertanya-tanya, dari mana anak-anak ini berasal. Soalnya sejak gue dateng, mereka udah ada di sini. Gue pun berasumsi kalo mereka anak-anak tetangga yang rumahnya deket-deket sini, dan suka main di sini karena ada lapangannya (kayak gue dulu waktu kecil suka main di tempat bermainnya mesjid hehe).

Mungkin udah sekitar 2 jam-an gue gawe, anak-anak itu mulai kedengeran lagi suaranya. Kali ini mereka masuk ke saung sambil lari-lari kecil. Wajahnya mupeng gitu ngeliat properti yang lagi para panitia bikin. Bagus sih emang hehe. Ada bunga-bungaan dan bunga sakura imitasi (tapi bagus seriusan deh 😁). Salah satu dari mereka pun komentar :
"Ih, ini bunganya kayak yang aku jual. Mending beli yang aslinya kak hehe"
Gue agak kaget sebenernya sewaktu denger itu. Terus gue cuma terkekeh. Kemudian mereka nanya-nanya dan gue jawab dengan jawaban-jawaban jail seperti yang biasa gue lakukan ke adek gue. Udah puas nanya, mereka pun lari-lari lagi keluar, main bola lagi (gak cape apa ya wkwk).

Begitu mereka pergi, gue pun kepikiran dengan perkataan salah satu anak tadi. Jadi mereka anak-anak yang biasa menjual bunga? Gue pun menoleh ke luar, dan ternyata memang ada setumpukan bunga mawar di kursi pinggir lapangan.

Gue pun bahagia ngeliat mereka bisa ketawa-ketawa bahagia kayak sekarang ini. Berbeda dengan saat berjualan, mereka sering tampak memelas dan berwajah sedih. Gue juga merasa bersalah karena gue sering kali nggak bersyukur dengan apa yang udah gue punya. Akhir-akhir ini gue mempunyai masalah, dan gue ngerasa kayak masalah gue aja yang paling berat. Gue seringkali merasa seakan gue nggak akan bisa mengatasi masalah itu. Alhamdulillah Allah menjanjikan dalam Al Quran kalau Allah tidak akan menimpakan manusia masalah yang tidak sanggup manusia atasi. Itu jadi penghibur gue banget sih.

Sedangkan mereka? Mereka bahkan masih bisa tertawa dan seakan tidak memiliki masalah dengan segala masalah yang mereka punya. Mungkin ini cara Allah mengingatkan gue untuk selalu bersyukur.

You Might Also Like

0 komentar